-----------------------------------------------------------------------
Perintah Umum Pada Linux

Firman "insan21" Pribadi <[email protected]>

                                                       25 Nopember 1999
-----------------------------------------------------------------------





1.     Yang ini dinamakan PENDAHULUAN

Saat saya membuat dokumen ini, Linux kian digemari oleh banyak
kalangan pengguna komputer. Dan diantara sekian banyak pemula (newbie)
yang menggunakan sisop ini, mereka cenderung pada kemudahan Grafical
User Interface yang ditawarkan. Sehingganya banyak mereka yang masih
belum tahu (dan mungkin tak mau tahu) dengan apa sich yang terjadi saat
mereka meng-click tampilan dari GUI tadi. Hal ini bisa jadi dikarenakan
mereka belum tahu perintah apa yang digunakan untuk melakukan hal
tersebut atau yang lebih parahnya mereka enggan untuk mengetikkan suatu
perintah yang sebetulnya lebih banyak manfaatnya dari pada sekedar
"klik-klik jadi" =) .

Hal ini lah yang menjadi alasan mengapa saya menulis dokumen ini.
Dengan harapan agar pengguna Linux (TERUTAMA PARA NEWBIE) dapat
menjadikannya sebuah bahan perkenalan pada Command Line Interface dari
"mainan barunya". Semoga bermanfa'at.

- yang paling newbie -



2.     Penulis, Hakcipta, dan Lisensi Dokumen

Ditulis oleh Firman "insan21" Pribadi <[email protected]>.
Penulis adalah mahasiswa Jurusan Pendidikan Teknik Elektro - FPTK -
Universitas Pendidikan Indonesia - Bandung.

Dokumen ini adalah legal untuk disebarluaskan dalam bentuk dan media
apapun, untuk distribusi ulang secara komersil diharap dapat menghubungi
penulis. Anda dibenarkan untuk merepro, dan memodifikasi sebagian atau
keseluruhan dari isi dokumen ini *selama* kandungan dan tujuan penulisan
dokumen ini tetap terpelihara serta bagian "Penulis, Hakcipta, dan
Lisensi Dokumen" ini tetap anda sertakan.



3.     Kandungan dokumen ini

Isi dokumen ini selengkapnya mengandungi:

1.     Yang ini namanya PENDAHULUAN

2.     Penulis, Hakcipta, dan Lisensi Dokumen

3.     Kandungan dokumen ini

4.     Kredit

5.     Dedikasi

6.     Yang berkaitan dan lengkapnya

7.     Mengetahui sebuah dokumentasi

8.     Manajemen file dan direktori

8.1.   Pindah ke lain direktori

8.2.   Membuat sebuah direktori

8.3.   Menghapus file dan direktori

8.4.   Memindahkan, dan me-rename file

8.5.   Menduplikat (copy) file

8.6.   Mengganti izin akses file, dan direktori (file permission)

8.7.   Mengganti group suatu file

8.8.   Melihat isi direktori

9.     Mengetahui letak...

9.1.   Direktori saat anda bekerja

9.2.   Direktori sebuah perintah, source, dan manual berada

10.    Yang dapat dilakukan root dan yang setara

10.1.  Membuat account baru

10.2.  Membuat dan mengganti password account

10.3.  Mengganti user (owner) sebuah file

11.    Mengakses partisi dan device lain

11.1.  Me-mount partisi dan device lain

11.2.  Meng-unmount partisi dan device lain

12.    Menggunakan modus XWindow

13.    Mematikan dan me-restart

13.1.  Mematikan

13.2.  Me-restart

14.    Apa lagi yach...

14.1.  Mencari file

14.2.  Login

14.3.  Logout

14.4.  Memformat disket

14.5.  Membuat file system

14.6.  Symbolik links

14.7.  Membunuh program

14.8.  Membuat dan menghapus koneksi host ke server

14.9.  Telnet

14.10. Text editor

14.11. Mail Client

14.12. Browser

15.    Membackup

15.1.  Membackup file dengan tar juga mengekstrak-nya

15.2.  Membackup file dengan zip juga untuk ekstrak

16.    Bila masih kesulitan



4.     Kredit

Puji syukur pada Allah SWT, karena daku takkan mampu melakukan ini
semua tanpa kemampuan dan limpahan rahmat-Nya. Terima kasih terucap
tulus pada kedua orang tua, juga saudaraku. Tak lupa pada rekanku di
Klub LinUx Bandung "thanx guys!", dan makasih banget n'tuk my sweet
beloved atas pengertiannya. Satu yang tak ketinggalan... terimakasih
pada yang telah membuat Linux terasa indah dengan HOWTO, man, apropos
info, dan whatis-nya, serta penulis-penulis dokumentasi lain.

** Dicky 'Mas-Saint' W.P <[email protected]> - atas koreksinya.


5.     Dedikasi

Dokumen ini kupersembahkan spesial buat:

1. Nining Ismiraeny - In My Heart as yayank "Linux itu indah maniez"
2. Ade Yuda Darmadi - Garut as yusal "jangan pernah puas dengan ilmu!"
3. Hasbur Rahmat - Dumai as aboy "gimana kabarnya ?..."
4. R Adriant Nova - Surabaya "yach udah lah... =)"
5. Edi Masykur - Ujung Pandang as edi_inten "keep happy computing"
6. Aceng Sobana - Majalaya as a'oban "mulailah dari man"
8. I Gede Hengky Mahendra - Jember as topeng "ojo n'daki terus rek!"
9. Bambang Susanto - Klaten as mas-bambang "maturnuwun ilmune..."
10. Para newbie dimanapun kamu berada!!!



6.     Yang berkaitan dan lengkapnya

Dalam dokumen ini nanti, saya hanya membahas beberapa perintah yang
sering digunakan di Linux. Dalam artian saya tidak akan menjelaskan
secara gamblang semua perintah dan hanya memberikan sedikit contoh
penggunaannya.

Sehingga bila kamu ingin tahu lebih jauh tentang apa fungsi dari sebuah
perintah tersebut, anda saya anjurkan untuk membaca manual aslinya.
Atau dengan kata lain ReadTheF***inManual sebelum anda menanyakan
sesuatu yang berkaitan dengan apa yang saya jelaskan.


7.     Mengetahui sebuah dokumentasi

Pada sistem Linux terdapat sebuah dokumentasi yang disertakan built-in
ketika kamu menginstal sebuah program. Cara termudah untuk mengetahui
dan mengenal apa saja perintah yang ada adalah dengan menekan tombol
<TAB> satu kali kemudian <y>. kamu akan melihat perintah apa saja yang
terdapat pada sistem Linux-mu (login sebagai super user).

Begitu pula halnya bila kamu ingin mengetahui suatu perintah dimana
kamu hanya mengetahui satu atau beberapa karakter awal dari perintah
tersebut, cukup kamu ketikkan karakter yang kamu ketahui kemudian tekan
kembali tombol <TAB>.

** contoh: [insan21@insan21 insan21]$ qu<TAB>
           [insan21@insan21 insan21]$
           quicklaunch_applet  quota --> perintah kedua
               |
               +--> perintah pertama

Dan misalkan kamu ingin mengetahui apa itu, buat apa dan bagaimana
cara penggunaannya, cukup kamu ketikkan perintah berikut ini:

               man quota

** aturan umum penggunaan perintah "man" adalah sebagai berikut:

               man (nama_perintah)

** dimana nama_perintah diisikan dengan perintah yang ingin kamu
ketahui dokumentasinya.

Selain perintah man kamu juga dapat menggunakan perintah whatis,
apropos, dan info.

** selengkapnya: man man , man whatis , man apropos , man info



8.     Memanajemen file dan direktori

8.1.   Pindah ke lain direktori

Perintah ini mungkin sudah akrab dengan mu kalo udah biasa make' M$-DOS
cara menggunakannya adalah:

               cd (direktori_yang_dituju)

** contoh 1:   [insan21@insan21 insan21]$ cd /usr/doc

digunakannya slash </> karena saya akan berpindah dari direktori ke
direktori lainnya; ( ~/insan21 --> /usr/doc ).

** contoh 2:   [insan21@insan21 doc]$ cd HOWTO

tidak menggunakan tanda slash </> karena berpindah kedalam subdirektori
dari sebuah direktori; ( /usr/doc --> /usr/doc/HOWTO ).

** contoh 3:   [insan21@insan21 doc]$ cd

perintah ini digunakan untuk kembali kedirektori "default"-mu (dalam
hal ini /home/insan21).

** selengkapnya: man cd , man bash


8.2.Membuat sebuah direktori

Perintah yang digunakan untuk membuat direktori adalah:

               mkdir (nama_direktori)

** dimana nama_direktori diisikan dengan nama direktori baru yang akan
kamu buat.

** selengkapnya: man mkdir


8.3.Menghapus file dan direktori

Perintah yang digunakan untuk menghapus sebuah direktori atau file
adalah sebagai berikut:

               rm (nama_file/direktori)

** yang mana nama_file/direktori diberikan nama file atau direktori
yang akan dihapus.

** contoh 1:   [insan21@insan21 insan21]$ rm anu.txt

perintah diatas akan menghapus file anu.txt pada direktori ~/insan21

** contoh 2:   [insan21@insan21 insan21]$ rm -r ana

perintah ini akan menghapus direktori ~/ana termasuk semua file/direktori
didalamnya; tidak dapat digunakan untuk direktori yang kosong.

** untuk menghapus direktori kosong, dapat menggunakan perintah rmdir.

** selengkapnya: man rm , man rmdir


8.4. Memindahkan, dan me-rename file

Bila kamu ingin memindahkan letak sebuah file kamu dapat menggunakan
perintah sebagai berikut:

               [insan21@insan21 insan21]$ mv anu.txt /usr/doc/anub.txt

** memindahkan sekaligus me-rename file ~/anu.txt ke /usr/doc/anub.txt

** selengkapnya: man mv


8.5. Menduplikat (copy) file

Seandainya kamu ingin meng-copy file kamu dapat menggunakan perintah
yang penggunaannya hampir sama dengan perintah copy under M$-DOS,
perintah ini dalam Linux ialah:

               cp (file_asli) (file_duplikat)

** dimana nantinya file_asli adalah file yang akan di duplikat,
sedangkan file_duplikat adalah letak dan nama file hasil duplikasi.
Nama file_duplikat boleh berbeda dengan nama file_asli.

** contoh: [insan21@insan21 insan21]$ cp anu.txt /usr/doc/anu.bak

** selengkapnya: man cp


8.6.   Mengganti izin akses file, dan direktori (file permission)

Dalam Linux seorang user hanya dibenarkan untuk menggunakan file-file
yang dimilikinya dan atau yang diberikan izin padanya untuk dapat
diakses, dibaca (r), ditulis (w), atau dieksekusi (x).
Untuk mengganti izin akses sebuah file (file permision) anda dapat
menggunakan sebuah perintah, dengan catatan anda adalah si pemilik file
tersebut (kecuali kamu adalah root). Penggunaan perintah tersebut
adalah demikian:

               chmod {(u,g,o)(=,+,-)(r,w,x)} (nama_file)

** dimana      u berarti user (owner)
               g berarti group
               o berarti others
                       = berarti men-set menjadi
                       + berarti menambahkan
                       - berarti menghilangkan
               r berarti read (baca)
               w berarti write (tulis)
               x berarti execute (eksekusi)

** sedangkan nama_file diisikan dengan file atau direktori yang akan
diganti izin aksesnya.

** contoh: file ~/anu.txt file aksenya drw-rw-rw- --> -rwxr-xr-x

               [insan21@insan21 insan21]$ chmod u=rwx,g=rx,o=rx anu.txt

** perintah ini juga dapat digunakan untuk mengganti file permission
sebuah direktori.

** selengkapnya: man chmod


8.7.   Mengganti group suatu file

Sebuah file memiliki izin akses tersendiri, termasuk didalamnya izin
akses group. Kamu dapat mengganti group sebuah file dengan perintah
berikut ini:

               chgrp (nama_group_baru) (nama_file)

** nama_group_baru diisikan dengan nama group yang dikehendaki,
sedangkan nama_file diberikan sesuai dengan nama file yang akan diganti
group-nya.

** contoh: file anu.txt        insan21   insan21 --> insan21   user

               chgrp user anu.txt

** selengkapnya: man chgrp


8.8.   Melihat isi direktori

Untuk melihat isi sebuah direktori kamu dapat gunakan perintah yang
mengunakannya tidak persis sama dengan "dir" pada M$-DOS. Perintah yang
digunakan adalah:

               ls (pilihan) (nama_direktori)

** pilihan dicari aja sendiri yach...

** nama_direktori kamu pasti udah tahu lah...

** contoh:     ls -al /etc/sha*

       perintah diatas saya gunakan untuk melihat semua file yang
       berawalan "sha" pada direktori /etc dengan penampilan
       memanjang ke kebawah lengkap dengan file permission-nya.

** selengkapnya: man ls



9.     Mengetahui letak...

9.1.   Direktori saat anda bekerja

Pada Linux kamu dapat mengetahui pada direktori manakah kamu bekerja
saat itu. Perintah yang digunakan adalah:

               pwd<ENTER>

** selengkapnya: man pwd


9.2.   Direktori dimana sebuah perintah, source, dan manual berada

Di Linux juga kamu dapat mengetahui dimanakah sebuah perintah
(command dalam bentuk binary), source perintah, dan manual untuk
perintah tersebut berada. Perintah ini dapat digunakan sebagai berikut:

               whereis (nama_perintah)

** dimana nama_perintah diganti dengan nama perintah yang ingin kamu
ketahui dimana saja letak direktori binary, source, dan manualnya.

** selengkapnya: man whereis



10.    Yang dapat dilakukan root dan yang setara

10.1.  Membuat account baru

Perintah yang satu ini hanya dapat dilakukan oleh "penguasa" (root dan
yang setara dengannya). Untuk membuat account baru, anda dapat
menggunakan perintah berikut ini:

               useradd (nama_account)

** nama_account itu diisi dengan nama account baru yang akan kamu buat.

** selengkapnya: man adduser


10.2.  Membuat dan mengganti password account

Setelah membuat account, maka anda (root) harus membuatkan password
untuk digunakan login account tadi. Atau bila anda ingin mengganti
password sebuah account anda dapat menggunakan perintah berikut:

               passwd - (nama_account)

** nama_account tersebut diisi dengan nama account yang akan diganti
passwordnya.

** perintah ini dapat juga digunakan oleh selain super user dan yang
setara, hanya untuk account-nya sendiri.

** contoh 1:   [insan21@insan21 insan21]$ passwd
       (current) UNIX password berarti password saat ini
       New UNIX password berarti password baru
       Retype new UNIX password berarti masukkan kembali password baru

** contoh 2:   [root@insan21 root]# passwd insan21

perintah ini digunakan oleh root untuk mengganti password sebuah
account yang ada pada sebuah sistem Linux.

** selengkapnya: man passwd


10.3.  Mengganti user (owner) sebuah file

Perintah berikut ini dapat digunakan untuk mengganti kepemilikan
(owner) dari sebuah file. Perintah ini hanya dapat dilakukan oleh super
user dan yang setara dengannya. Cara menggunakan perintah ini adalah
sebagai berikut:

               chown (nama_owner) (nama_file)

** dimana nama_owner nantinya diisikan dengan nama owner yang baru,
sedangkan nama_file diganti dengan nama file yang akan diganti
kepemilikan (owner)-nya.

** contoh 1:   file anu.txt    insan21   insan21 --> aldin   insan21

               [root@insan21 insan21]# chown aldin anu.txt

** contoh 2:   [root@insan21 insan21]# chown root anu.txt

bila kamu mengganti owner sebuah file ke root, maka dengan otomatis
group file tersebut juga ikut ganti menjadi root. sehingga hasil dari
perintah pada contoh 2 adalah:

               anu.txt   -rw-r--r--   root   root

** selengkapnya: man chown



11.    Mengakses partisi dan device lain

11.1.  Me-mount partisi dan device lain

Partisi lain (yang digunakan oleh sisop lain), dan device lain seperti
disket, dan cdrom, hanya dapat diakses bila telah di "mount" (saya
tidak menemukan bahasa yang enak untuk menerjemahkan kata mount, sorry
aja =)). Cara me-mounting sebuah device adalah dengan perintah berikut:

       mount (nama_device) -t (tipe_filesystem) (mount_direktori)

** nama_device diganti dengan nama device (perangkat) yang kamu gunakan
(lihat file /etc/fstab), atau juga bisa digunakan nama direktori dimana
device tersebut di mount (bila kamu membuat value auto untuk
mounting-nya).

** -t (tipe_filesystem) diisikan dengan tipe file system device yang
akan dimount.
       vfat    berarti file system FAT (biasanya digunakan oleh
               keluarga Miso-soft).
       iso9660 berarti file system ISO9660 (biasanya digunakan oleh
               CDROM).
       ext2    berarti file system Linux atau biasa disebut Linux
               Native.
       dan banyak lagi...

                                          +-->tipe file system
                                          |
** contoh:             mount /dev/hda1 -t vfat /mnt/win-c
                                   |              |
               nama device <-------+              |
       direktori tempat dimana device di mount <--+

** pada contoh diatas, saya me-mounting partisi hardisk IDE yang
digunakan oleh Winblows ke direktori /mnt/win-c (pada system anda bisa
berbeda) agar bisa dibaca oleh Linux.

** selengkapnya: man mount


11.2.  Meng-unmount partisi dan device lain

Perintah ini adalah lawan atau kebalikan dari perintah sebelumnya.
Setelah kamu mengakses suatu device, kemudian tidak ingin mengakses
device atau partisi tersebut kamu dapat menggunakan perintah berikut:

               umount (nama_device) -t (tipe_filesystem)

** penjelasan dapat dilihat diatas.

** selengkapnya: man umount



12.    Menggunakan modus XWindow

Pada Linux juga terdapat modus GUI yang dikenal dengan nama XWindow,
dengan kelebihannya yang memiliki virtual desktop dan multiple XWindow
(dengan login sama atau berbeda menggunakan modus XWindow yang
berbeda). Untuk menggunakan modus X kamu dapat menggunakan perintah:

               startx<ENTER>

** perintah ini digunakan sebagai perintah default untuk menuju modus
X, bila dituliskan lengkapnya perintah tersebut adalah:

               startx -- :0    --> XWindow dapat dilihat dengan menekan
                                   tombol <ALT><F7>.

Sehingga kamu dapat melakukan login yang sama atau berbeda juga boleh
pada tty (<ALT><F1 ... F6> lain dan mengaktifkan XWindow lagi, dan
dapat dilihat lagi dengan menekan tombol <ALT><F8 ... 11>.

** contoh:     startx -- :(server_value)

dimana server_value diisikan dengan nilai 0 - 9.

** selengkapnya: man startx



13.    Mematikan dan me-restart

13.1.  Mematikan

Pada Linux kamu dapat mematikan (shutdown) system kamu dengan
mengetikkan perintah berikut ini:

               shutdown -h (time_value)

** -h pada perintah diatas berarti halt (menghentikan semua aktivitas).

** sedangkan (time_value) bernilai waktu pada saat kapan kamu akan
mematikan system kamu (dalam satuan detik).

Atau kamu dapat menggunakan perintah:

               halt<ENTER>


13.2.  Me-restart

Selain shutdown kamu juga dapat merestart (reboot) system dengan
menggunakan perintah:

               shutdown -r (time_value)

** -r pada perintah diatas berfungsi untuk membooting ulang system kamu
setelah dishutdown.

Selain perintah diatas, kamu juga dapat menggunakan perintah:

               reboot<ENTER>

** untuk menyatakan sekarang pada time_value kamu dapat menggunakan
value "now" (tanpa tanda petik).

** selengkapnya: man shutdown , man halt



14.    Apalagi yach...

14.1.  Mencari file

Untuk mencari file kamu dapat menggunakan perintah berikut:

               find (path_mulai) (pilihan) (nama_file)

** dimana path_mulai diisi dengan darimana kamu akan mulai mencari file
tersebut, contohnya bila ingin memulai dari direktori /home maka isikan
/home.

** pilihan dapat kamu isikan dengan beberapa variabel dimana bisa
berdasarkan nama, tanggal dibuat, dll.

** nama_file, kalo' yang ini pasti udah tau dong... =)

** contoh:     find /home -name "an*"

       perintah diatas digunakan untuk mencari file dengan awalan "an"
       dan extension apa saja dimulai dari direktori /home.

** selengkapnya: man find


14.2.  Login

Ketika anda login sebagai user, kamu juga dapat login sebagai super
user (tentu selama kamu tahu password-nya dong... ya nggak ?). Perintah
yang dapat digunakan adalah:

** contoh 1:   su<ENTER>
perintah ini digunakan untuk login sebagai root

** contoh 2:   su - (nama_user)
perintah ini digunakan untuk login sebagai user lain

** selengkapnya: man su


14.3.  Logout

Perintah ini digunakan untuk logout setelah kamu login sebagai user
lain atau malah sebagai super user, bahkan saat kamu logout dari login
awalmu.

               exit<ENTER>

** selengkapnya: man exit

14.4.  Memformat disket

Untuk memformat disket (floppy 3,5 inch) dapat kamu gunakan perintah
berikut ini:

               fdformat /dev/fd0H1440
                                  |
                                  +---> kapasitas 1,44Mb (standard)

** pada Linux kamu juga dapat memformat disket 3,5 dengan ukuran 1,77M
dengan file system tidak hanya ext2. Caranya adalah dengan mengganti
value 1440 pada command seperti diatas menjadi 1772. (dengan catatan
kamu telah membuat fdh1772 pada direktori /dev).

** contoh:     fdformat /dev/fd0H1772

** selengkapnya: man fdformat


14.5.  Membuat file system

Setelah diformat, disket tidak dapat langsung digunakan. Melainkan
harus dibuatkan file system agar dapat digunakan.
Perintah yang digunakan untuk membuat file system adalah:

                            +---> check badblock sebelum membuat
                            |     filesystem
                            |
               mkfs -t ext2 -c /dev/fd0H1440
                        |
                        +---> Linux Native (standard di Linux)

** selengkapnya: man mkfs


14.6.  Symbolik link

Pada OS Linux, kita mengenal apa yang disebut symbolik link (pada
Winblows adalah shortcut). Untuk membuat sebuah symbolik link dari
sebuah file atau direktori dapat digunakan perintah:

               ln -s (file_atau_direktori) (nama_symlink)

** -s menyatakan opsi untuuk membuat symbolik link

** dimana file_atau_direktori diisikan dengan nama file atau nama
direktori yang akan kita buatkan symbolik link-nya.

** sedangkan nama_symlink di isikan dengan nama terserah anda.

** contoh:     ln -s /usr/doc/HOWTO/DNS-HOWTO ~/ttgdns.txt

pada contoh diatas saya membuat sysmlink dari file
/usr/doc/HOWTO/DNS-HOWTO dengan nama sysmlink ttgdns.txt pada direktori
/home/insan21.



14.7.  Membunuh Program

Untuk mengatasi suatu program yang "crash" (tapi bukan si Linux lho)
kamu bisa gunakan perintah yang akan saya jelaskan dulu sebelum
diberikan contoh pengunaannya.
Bila kamu menemukan suatu program crash... kamu bisa membunuhnya,
dengan catatan kamu harus mengetahui PID program tersebut (nggak harus
begitu). Cerita bunuh-membunuh ini juga dapat dimanfa'atkan saat kamu
tak tahu gimana cara keluar dari sebuah program. Atau "ada kalanya"
cukup dengan menekan tombol    <CTRL><C>       (tapi ini bukan untuk
semua program... soalnya kadang tak bermanfa'at).

Kita akan membahas PID dulu dech...
PID itu adalah proses ID (Proses IDentity).
PID biasanya ditunjukkan dengan nomor seperti contoh yang ini:

       551  ?          S       0:00 xfs -port -1
       568  ?          SN      0:00 [mysqld]
        |
        +---> ini adalah nomor PID program

Untuk mengtahui semua program yang sedang berjalan pada systemmu kamu
dapat gunakan perintah:

               ps ax<ENTER>

       perintah diatas akan menampilkan seluruh program yang sedang
       berjalan beserta nomor PID masing-masing.

Atau bila ingin mengetahui PID dan program yang berjalan gunakan perintah:

               ps ax | grep (nama_program)

** nama_program ganti aja dengan yang kamu cari.

** contoh:     ps ax | grep netscape

       ini akan menampilkan program netscape beserta PID nya.

Dan ketika kamu dengan terpaksa untuk membunuh suatu program gunakanlah
perintah:

               kill (PID)
       atau
               killall (nama_program)

** contoh 1:   kill 551

       akan membunuh program yang memiliki nomor PID 551

** contoh 2:   killall gimp

       akan membunuh program dengan nama gimp dan yang berkaitan
       erat dengannya (apa aja yach ?...)

** selengkapnya: man ps , man kill , man killall


14.8.  Membuat dan menghapus koneksi host ke X server

Kadangkala anda menemukan error dimana suatu program tak dapat
dijalankan karena tak terkoneksi ke X server (udah pernah belon
yach...; moga aja udah =) ). Usaha yang dapat anda lakukan adalah
menggunakan perintah dasar yang satu ini:

               xhost {(+,-)(nama_host_atau_user)}

** nama_host_atau_user pasti sudah pada tahu lah... ;)

Bila kamu ingin menambahkan host atau user ke list X server gunakan
perintah:

               xhost {+(nama_host_atau_user)}

Namun bila ingin menghapus host atau user dari sebuah list X server
(biar dia tahu rasa nggak bisa make' sesuatu program... ;) ) kamu bisa
gunakan perintah:

               xhost {-(nama_host_atau_user)}

** selengkapnya: man xhost


14.9.  Telnet

Untuk berkomunikasi dengan mesin lain (bahkan mesinmu sendiri...)
kamu dapat menggunakan perintah yang satu ini, dimana kamu sudah tahu
apa nama mesin yang di hubungi (bisa juga sih make IP). Caranya begini:

               telnet (mesin_atau_IP)

** mesin_atau_IP diisikan dengan host yang kamu tuju atau kamu dapat
gunakan nomor IP-nya.

** contoh:     telnet sekred.bandung.linux.or.id

       pada contoh ini saya menghubungi mesin "sekred" di
       bandung.linux.or.id.

** gimana caranya untuk mentelnet mesinmu sendiri padahal kamu berada
didepan mesin tersebut ?...

** selengkapnya: man telnet


14.10. Text editor

Anda ingin membuat atau mengedit suatu file atau configurasi system
kamu, beberapa text editor dapat kamu gunakan untuk melakukannya secara
manual. diantaranya adalah:

               vi (nama_file)

** mungkin yang satu ini rada aneh untuk yang belum terbiasa dengan
UNIX based system (sama seperti saya waktu pertama kali berkenalan
dengannya ;) ).

** perintah umum yang digunakan:

       <INSERT> - Untuk memulai mengetikkan sesuatu.

       <ESC>:x - Untuk keluar dan menyimpan apa yang kamu buat.

       <ESC>:q - Untuk keluar tanpa menyimpan apa yang kamu buat.

       <ESC>:q! - Untuk keluar secara paksa tanpa menyimpan apa yang
       kamu buat (karena kamu telah mengutak-atik sebuah file, kali').

Selain itu juga ada:

               joe (nama_file) - bila kamu menginstallnya

** editor yang satu ini mirip dengan WordStar yang mungkin pernah kamu
gunakan (dulu ?...)

** kalo bingung menggunakan si "joe" lakukan yang ini:

       <CTRL>K+H       - dan mulailah "bermain-main" dengannya...

Dan yang satu lagi bisa digunakan, mungkin...

               pico (nama_file) - dimana ada PINE pasti ada PICO (?..)

** 'nggak usah bingung-bingung tekan aja       <CTRL><G>
mudah-mudahan kamu bakal bisa (bisa dong ?...).

** selengkapnya: man vi , man joe , man pico


14.11. Mail Client

Untuk program text base mail client di Linux kamu bisa gunakan:

               pine<ENTER>

** untuk lebih jelasnya tekan tombol   <?>     , carilah semuanya
disana

Atau gunakanlah yang satu ini:

               mutt<ENTER>

** untuk lebih banyak tahu tentang mutt pencet aja     <?>     ,udah.

** selengkapnya: man pine , man mutt


14.12. Browser

Di Linux juga ada yang namanya text base internet (?...) Browser. tapi
bukan cuma buat menjelajah aja lho... buat baca-baca file juga bisa
kok. Menggunakannya gimana ?...

               lynx (pilihan) (path_atau_URL)

** pilihan dapat kamu lihat sendiri di dokumentasinya (dan bisa
diabaikan).

** path_atau_URL isikan aja dengan nama file yang akan dibaca, atau
kasih aja alamat URL yang akan kamu tuju.

** jangan kaget lho... yang satu ini FULL TEXT BASE, nggak bakal ada
gambar yang nongol.

** selengkapnya: man lynx



15.    Membackup

15.1.  Membackup file dengan tar dan mengekstrak-nya

Format file tar adalah suatu yang biasa dalam Linux untuk mengkompresi
file. Sedikit penggunaan tar dalam mengkompres adalah sebagai berikut:

               tar (pilihan) (nama_tar) (filenya)

** pilihan diisikan sesuai dengan kebutuhanmu.

** nama_tar dapat kamu ganti dengan nama file hasil "tarring".

** sedangkan filenya diisikan dengan file-file yang akan di backup,
atau dari isi direktori.

** contoh 1:   tar -czvf aa.tar.gz an*

       perintah diatas saya gunakan untuk membackup semua file berwalan
       "an" pada current direktori, dengan filter gzip dengan file
       hasil aa.tar.gz.

** contoh 2:   tar -M -cvf /dev/fd0H1440

       perintah yang kedua pula saya gunakan untuk membackup file
       secara multiple disk (spanning dalam zip) dari current direktori
       saya ke dalam disket 3,5 1,44Mb.


Sedangkan untuk meng-untar file terkompresi dapat kamu gunakan perintah
sederhana berikut ini:

               tar (pilihan) (nama_tar)

** pilihan keterangannya sama seperti diatas.

** nama_tar juga sama dengan sebelumnya.

** contoh 1:   tar -xzvf aa.tar.gz

       dengan perintah diatas saya bermaksud meng-untar file backup
       saya (aa.tar.gz) yang difilter gzip ke direktori current.

** contoh 2:   tar -M -xvf /dev/fdH1440

       perintah yang barusan saya gunakan untuk mengembalikan file yang
       saya backup ke disket 3,5 1,44Mb (dalam model multiple disk).

** catatan untuk anda: anda tidak perlu "me-mount" disket untuk mebuat
backup file secara multiple disk. begitu juga saat akan
mengembalikannya, cukup dengan memasukkan disk dan mulailah...

** selengkapnya: man tar


15.2.  Membackup file dengan zip juga untuk ekstrak

Sedangkan kompresi file menggunakan format zip sering anda temukan
ketika masih menggunakan M$-DOS atau Winblows. Di Linux kamu juga dapat
mengkompresi sebuah file dengan format zip, caranya adalah sebagai
berikut:

               zip (pilihan) (nama_zip) (filenya)

** contoh:     zip aa.zip an*

       contoh diatas berarti saya membuat file aa.zip dari beberapa
       file yang berawalan "an" dalam current direktori saya, dan opsi
       saya abaikan.

** pilihan pada saat tertentu dapat kamu isi dengan option dari perintah
zip, dan dapat diabaikan pada saat tertentu pula.

** nama_zip diisikan dengan nama file hasil kompresi, dengan format
zip.

** sedangkan filenya diisikan dengan file-file yang akan di kompressi,
atau bisa juga dari sebuah direktori (baik keseluruhan isi maupun file
tertentu).


Sebaliknya bila kamu ingin meng-unzip atau dekompress file dalam bentuk
format zip, gunakanlah perintah yang satu ini:

               unzip (pilihan1) (nama_file_zip) (pilihan2) (dir_tujuan)

** nama_file_unzip disikan dengan nama file terkompressi yang akan di
dekompress.

** dir_tujuan diganti dengan direktori tujuan dimana file terkompresi
akan di ekstrak (dapat diabaikan bila kamu berada dalam current
direktorinya).

** pilihan1 diisikan dengan option perintah, default pilihan adalah -Z,
yang mana akan menampilkan informasi file terkompressi. pilihan ini
dapat diabaikan bila tidak diperlukan.

** pilihan2 digantikan dengan option perintah. kamu dapat gunakan -d
untuk meng-ekstark file terkompresi dengan tujuan suatu diorektori
tertentu.

** contoh:     unzip -Z aa.zip -d /usr/doc

       penjelasan perintah diatas adalah demikian; saya mengekstrak
       file aa.zip ke direktori /usr/doc.

** selengkapnya: man zip , man unzip , man gzip

16.    Bila masih kesulitan

Berdo'alah kamu semoga shell yang satu ini terinstall, atau kamu pilih
saat instalasi. perintahnya...

               mc<ENTER>

Cara kedua...  pindah ke direktori /usr/doc , dan temukanlah sesuatu
yang kamu cari disitu.

Cara ketiga... terlalu banyak tuh di internet, carilah yang berbau
Linux atau Dokumentasinya.













                                                <http://now.at/insan21>
--------------------------= AKHIR DOKUMEN INI =------------------------